Direktur PUI PT RNI Menjadi Pembicara di Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB: Menjadi Sumber Daya Manusia yang Handal, Kreatif dan Berdaya Saing Tinggi

BOGOR – Pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami suatu fase yang belum pernah dialami sebelumnya, yaitu bonus demografi, di mana jumlah penduduk yang masuk kedalam kategori angkatan kerja produktif lebih banyak dibanding jumlah usia non produktif. Guna menghadapi fase tersebut dibutuhkan berbagai persiapan, pasalnya, apakah bonus demografi tersebut akan menguntungkan atau malah merugikan ditentukan oleh sejauh mana para anak muda saat ini mempersiapkan diri.

 

Hal tersebut terungkap dalam Seminar bertema Kiat-kiat Menjadi Sumber Daya Manusia yang Handal, Kreatif, dan Berdaya Saing Tinggi yang merupakan bagian dari rangkaian acara AgriForce 2017 yang dilaksanakan Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Minggu, 30 April 2017, di Auditorium CCR Kampus IPB, Bogor. Hadir sebagai pembicara pada kesempatan tersebut Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Agung P. Murdanoto dan Marketing Promotion Nutrifood Febriansyah Hermawan.

 

Pada paparannya, Agung menyampaikan, kiat utama memasuki dunia kerja adalah harus memiliki gairah dan antusiasme. Perusahaan membutuhkan orang-orang yang memiliki passion, memiliki sasaran dan target yang jelas mengenai apa yang ingin dikerjakan dan dicapainya dalam pekerjaan. “Misalnya, ketika interview kalian ditanya ingin ditempatkan di mana dan di posisi apa, jawablah dengan jelas, karena jawaban siap untuk pekerjaan dan posisi apa saja menunjukan tujuan yang tidak jelas,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan, kesalahan yang banyak dilakukan para pencari kerja adalah kurang mecari tahu mengenai profil perusahaan yang ingin dituju. Setidaknya, kunjungi dulu website perusahaan yang dituju lalu fahami aktivitas bisnis dan budaya perusahaannya. Rasa ingin tahu menunjukan antusiasme sekaligus keseriusan dalam menapaki dunia kerja. “Satu hal lagi, perusahaan selalu membutuhkan orang-orang yang siap, siap bekerja dan ditempatkan di mana saja,” katanya.

 

Selain itu, Agung juga memaparkan mengenai peran dan posisi PT RNI dalam mendukung program pemerintah melalui keempat pilar bisnis yang saat ini dimiliki, yaitu agro industri, farmasi dan alat kesehatan, perdagangan dan distribusi, dan properti. Dalam upayanya memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, PT RNI tentunya membutuhkan tenaga-tenaga muda yang memiliki energy dan determinasi tinggi. “Baru saja PT RNI melakukan rekrutmen dan ada sekitar 14 ribu lamaran yang masuk, dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka dengan IPK yang baik,” ujarnya.