Pelaksanaan Code of Conduct

  1. KONSULTASI DAN PELAPORAN PELANGGARAN CODE OF CONDUCT
    Dalam pelaksanaan Code of Conduct (CoC) adakalanya Insan RNI menghadapi berbagai hal yang tidak dapat diputuskannya sendiri. Sebagai contoh adalah apabila Insan RNI menemui praktik-praktik yang berpotensi atau menunjukkan adanya indikasi pelanggaran terhadap Code of Conduct, ragu-ragu mengenai tindakan yang akan diambil dalam situasi tertentu, ataupun memiliki pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan pelaksanaan Code Of Conduct. Dalam hal demikian Insan RNI harus segera melaporkan dan/atau mengkonsultasikan kepada pihak-pihak berikut ini:
  1. Pihak-pihak yang bisa dihubungi untuk konsultasi

Atasan langsung merupakan orang pertama yang bisa dihubungi apabila Insan RNI akan mengkonsultasikan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Code of Conduct. Apabila hal tersebut tak dapat dilakukan karena sesuatu hal, maka Insan RNI dapat menghubungi pihak-pihak berikut :

  1. Pemegang Saham, untuk masalah perilaku Komisaris.
  2. Komisaris, sebagai pengemban amanat pemegang saham untuk mengawasi pengelolaan perusahaan, untuk masalah perilaku Direksi.
  3. Atasan dari atasan langsung untuk masalah perilaku pada manajemen dan karyawan.
  4. Deputi Direktur SDM dalam hal-hal yg berkaitan dengan kepegawaian.
  5. Sekretaris Perusahaan dalam hal yang berkaitan dengan masalah hukum.
  6. Ketua Tim P4-GCG dalam hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan GCG.
  1. Penanganan atas permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan Code of Conduct
  1. Untuk potensi masalah perilaku pada Komisaris dan Direksi, penanganan dan penindakannya menjadi wewenang Pemegang Saham sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Untuk potensi masalah perilaku pada manajemen dan karyawan, Tim Penasehat Helpline Code Of Conduct merupakan saluran yang disediakan bagi seluruh Insan RNI untuk bertanya, memberitahukan, atau melaporkan segala hal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang ditemui dalam pelaksanaan Code of Conduct.
  3. Media untuk helpline berupa kontak langsung, surat, telepon, maupun surat elektronik (e-mail).
  4. Setiap Insan RNI berkewajiban untuk segera melaporkan apabila menemui adanya indikasi pelanggaran Code of Conduct di lingkungan PT RNI (Persero).
  5. Penasehat helpline berkewajiban untuk merespon dengan segera setiap pertanyaan, pemberitahuan, dan laporan yang diterimanya secara proporsional.
  6. Penasihat helpline akan memperlakukan setiap penanya ataupun pelapor dengan baik dan menjaga kerahasiaan identitas penanya atau pelapor terkait.

Tim Penasehat Helpline

  1. Sekretaris Perusahaan
  2. Deputi Direktur Bidang SDM dan Pengembangan Organisasi
  3. Ketua Tim P4 GCG / Deputi Direktur Bidang Pengawasan Internal
  1. MEKANISME PENANGANAN ATAS PELAPORAN PELANGGARAN CODE OF CONDUCT
    Setiap laporan atas (potensi dan/atau indikasi) pelanggaran Code of Conduct akan ditangani sebagai berikut:
  1. Membentuk tim yang dapat berasal dari Kantor Holding maupun Anak Perusahaan untuk menangani permasalahan yang ada.
  2. Struktur Tim sebagaimana dimaksud di atas dibentuk berdasar kesepakatan Tim Penasihat Helpline.
  3. Tim yang telah dibentuk bertugas untuk mengumpulkan informasi ataupun melakukan investigasi sesuai dengan potensi pelanggaran yang terjadi.
  4. Tim melakukan analisis atas permasalahan yang terjadi termasuk kondisi-kondisi (misalnya, kelemahan pengendalian) yang ada yang memungkinkan terjadinya potensi pelanggaran tersebut.
  5. Tim mencari alternatif solusi termasuk tindakan disipliner yang sesuai untuk pelanggaran yang terjadi.
  6. Tim menyampaikan hasil investigasi serta usulan solusinya kepada Tim Penasihat Helpline.
  7. Tim Penasihat Helpline memutuskan tindakan yg akan diambil.
  8. Dalam hal-hal yang material dan/atau strategis Tim Penasihat Helpline mengkonsultasikan tindakan yang akan diambil kepada Direksi sebelum mengambil keputusan.
  1. KONSEKUENSI ATAS PELANGGARAN CODE OF CONDUCT

Setiap Insan RNI menyadari bahwa setiap pelanggaran terhadap Code of Conduct akan memiliki konsekuensi bagi dirinya, antara lain :

  1. Insan RNI yang terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap Code of Conduct akan menerima tindakan disipliner sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukannya.
  2. Tindakan disipliner dapat berupa peringatan, mutasi, penurunan pangkat, hingga pemutusan hubungan kerja.
  3. Apabila tindakan yang dilakukan melibatkan pelanggaran hukum maka permasalahan dapat diteruskan kepada pihak yang berwajib.
  1. PELAPORAN PELAKSANAAN CODE OF CONDUCT

Pada setiap akhir tahun Tim P4 GCG berkewajiban untuk membuat laporan pelaksanaan Code of Conduct yang antara lain memuat tingkat kepatuhan terhadap Code of Conduct, upaya-upaya peningkatan kualitas pelaksanaan Code of Conduct, permasalahan yang dihadapi, serta pelanggaran yang terjadi berikut tindakan disipliner yang diberikan. Laporan ini merupakan bagian dari laporan pelaksanaan GCG yang menjadi salah satu bahan referensi Laporan Tahunan Perusahaan.

  1. PERNYATAAN KOMITMEN UNTUK MEMATUHI CODE OF CONDUCT

Setiap Insan RNI wajib untuk memberikan pernyataan sebagai komitmen pribadi untuk mematuhi Code of Conduct

KOMITMEN
UNTUK MEMATUHI CODE OF CONDUCT

Dengan ini, saya

Nama :

Jabatan :

Menyatakan bahwa, saya :

  1. Telah menerima Buku Code of Conduct PT. RNI
  2. Telah memahami isi dari Buku Code of Conduct PT.RNI
  3. Bersedia mematuhi apa yang telah menjadi komitmen Insan RNI dalam Buku Code of Conduct PT.RNI
  4. Siap menerima konsekuensi dari Code of Conduct ini bila melakukan pelanggaran atas komitmen perilaku yang telah ditetapkan
  5. Akan segera mengkonsultasikan dan/atau melaporkan pada pihak-pihat berwenang yang telah ditunjuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila menemui permasalahan dan/atau potensi/indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan Code of Conduct

Tempat, tgl






(Nama lengkap dan Tanda Tangan)