Produk

Produk Agro Bisnis

PT Mitra Kerinci memproduksi teh hijau dan teh hitam. PT Mitra Kerinci juga memproduksi teh khusus seperti White Tea, Red Sinensis dan Green Sinensis. Dengan produksi tahunan dari 3,5 juta kilogram teh per tahun dan 2,205 Ha perkebunan teh, sekarang kami adalah  pabrik teh hijau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. PT Mitra Kerinci fokus untuk menyediakan pelanggan kami dengan kualitas tinggi dan higienis teh. Saat ini, hampir 85% teh siap minum di Indonesia menggunakan teh LIKI dalam produk material mereka. Ini membuat produk kami sebagai pemimpin pasar untuk siap drink'smaterial di Indonesia. Sekarang kita terus mempertahankan kualitas. kualitas teh kami tingkatkan melalui perbaikan proses dan inovasi di bidang infrastruktur, sehingga kami dapat terus melayani pelanggan kami di seluruh dunia.
Bidang usaha ini merupakan langkah diversifikasi PT. RNI yang dilakukan sejak tahun 1988. Mengingat bahwa perkembangan industri gula di Jawa sangat terbatas, maka sebagian hasil usaha dari industri gula diinvestasikan pada perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan (bekerjasama dengan PTP III, Medan). Industri ini menghasilkan CPO (Crude Palm Oil) dan Palm Kernel yang dapat diolah menjadi minyak goreng, bahan baku sabun dan beberapa produk lain. Selain itu, industri ini dapat menghasilkan produk sampingan berupa particle board, carbon active, dan pupuk.
Industri tebu adalah industri yang menghasilkan gula dan semua produk yang dapat dihasilkan dari perkebunan tebu seperti gula kemas, alkohol, bahan kosmetik, bumbu masak, pakan ternak, particle board, pupuk, dll). Industri tebu ini adalah salah satu industri yang dikelola oleh PT. RNI sejak awal berdirinya.Gula. tetes, dan alkohol/spiritus dihasilkan oleh delapan pabrik gula dan satu pabrik spiritus yang berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat. Areal tanaman tebu yang dimiliki sebagian besar merupakan areal tebu rakyat.

Produk Farmasi & Alkes

Industri Alkes
PT. Mitra Rajawali Banjaran memiliki brand sendiri untuk produk kondomnya, Kondom Artika namanya. Kondom Artika diklasifikasikan menjadi lima, yaitu Artika Gerigi, Artika Tiger, Artika Long Love, Artika Meong, dan Artika Gold. Kelima produk Artika mempunyai ciri khas masing-masing. Untuk Artika Gerigi merupakan kondom dengan dot texture dan Artika Tiger mempunyai tekstur ulir. Untuk Artika Gold merupakan kondom dengan berbagai pilihan aroma seperti aroma vanilla, cokelat, blueberry, dan strawberry. Artika Long Love mempunyai tambahan zat aditif semacam gel untuk membuat hubungan seksual lebih nikmat dan bisa tahan lama. “Zat aditif yang kami tambahkan tidak berbahaya kok,” ujar Erna. Sedangkan Artika Meong merupakan kondom yang sangat tipis, sesuai dengan jargonnya “ kondom super tipis serasa tanpa kondom”. “Karena kondom kami sangat tipis, maka kami menggunakan lateks yang tidak sembarangan,” ungkap Erna.Selain memproduksi sendiri, PT. Mitra Rajawali Banjaran juga menyuplai ke berbagai produk kondom dengan merek lainnya, seperti Sutra, Andalan, Vitalis Condom, dan Prosafe Condom. Selain untuk merek lain, PT. Mitra Rajawali Banjaran juga telah bekerjasama dengan BKKBN untuk program KB, dan mencegah PMS, HIV dan AIDS. Tahun 1990 merupakan tahun pemesanan terbesar dari BKKBN. Pada Tahun tersebut PT. Mitra Rajawali Banjaran memasok hingga 350.000gross/tahun. “Untuk tahun 2008 kami memasok ke BKKBN sebanyak 21.000 gross/tahun. Namun untuk tahun 2009 ini, kami akan memasok sebanyak 135.000 gross/ tahun untuk program BKKBN tersebut, “ ujar  Iwan Setiawan, salah satu staf bagian marketing.
Industri Farmasi
PT Phapros Tbk. telah melayani masyarakat dengan memproduksi obat-obatan bermutu selama lebih dari enam dasawarsa melalui pabriknya di Jl. Simongan 131, Semarang.Cikal bakal perusahaan ini adalah NV Pharmaceutical Processing Industry disingkat menjadi "Phapros" yang didirikan pada 21 Juni 1954 sebagai bagian dari pengembangan usaha Oei Tiong Ham Concern (OTHC), konglomerat pertama Indonesia yang menguasai bisnis gula dan agroindustri. Dalam perjalanan bisnisnya, Phapros diambil-alih oleh pemerintah ketika pada tahun 1961 seluruh kekayaan OTHC dinasionalisasi dan diubah menjadi sebuah perusahaan holding yang sekarang dikenal sebagai PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).Pada tahun 2003, RNI menguasai 53% saham Phapros dan selebihnya berada di tangan publik. Berorientasi pada kualitas, Phapros termasuk salah satu dari lima perusahaan yang pertama kali mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun 1990. Komitmen tinggi Phapros terhadap standar kualitas dibuktikan lagi dengan memperoleh Sertifikat ISO 9001 pada tahun 1999 yang pada tahun 2002, kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikat ISO 9011 versi 2000 - dan Sertifikat ISO 14001 pada tahun 2000.Pada akhir 2002 Phapros telah memproduksi 137 item obat, 124 diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri. Pada pertengahan 2004 Phapros memperkenalkan produk alam dalam kelompok Agro-Medicine "Agromed". Untuk meletakkan fondasi bisnis yang kuat, manajemen terus menerapkan Good Corporate Governance. Dan, yang tidak kalah penting manajemen akan terus membangun kompetensi personel melalui program pengembangan SDM yang terarah sehingga mampu membawa Phapros memasuki era perdagangan bebas sebagai perusahaan farmasi terkemuka di pasar global.