PRODUKSI GULA: RNI akan produksi gula premium

[b][b]Sumber : Bisnis.com[/b] JAKARTA: [/b]PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero berencana memproduksi gula premium sebanyak 50.000 ton per tahun yang dimulai pada 2013 dengan nama Raja Gula.
Menurut Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro, di Jakarta, Selasa, gula premium ini akan diproduksi oleh dua pabrik gula (PG) milik RNI di Jati Tujuh dan Subang. Ketertarikan RNI memproduksi gula premium ini karena tingginya minat masyarakat kelas menengah. "Selama ini, kita tidak bisa mengejar kebutuhan konsumen yang terus meningkat akan gula premium, sehingga gula-gula swasta banyak diminati karena tingkat kualitas gulanya," kata Ismed saat ditemui di gedung DPR-RI.

Kendati masuk ke bisnis baru, RNI masih memproduksi gula curah. Ia mengakui harga gula curah saat ini diperdagangkan turun dari Rp11.700 per kilogram menjadi Rp10.200 per kg. Walau turun, ia mengharapkan pemerintah tidak langsung melakukan intervensi. "Kita jangan terlalu gamang dengan harga gula yang tinggi. Saatnya, kita harus berpihak kepada petani. Kalau harga lelang Rp10.000-12.000, maka pemerintah jangan cepat intervensi," ujarnya.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, RNI memproyekskan luas area tebu sekitar 64.165 hektar dengan produksi tebu 5.447.368 ton. Sementara produktivitas tebu 88 ton per hektar dengan rendemen 7,7 persen. Produksi gula diperkirakan 420.938 ton, kapasitas pabrik gula (PG) inklusif diperkirakan 36.650 ton per hari/TCD) dan kapasitas PG eksklusif 29.980 TCD. Ia menambahkan kemampuan dan kapasitas serta kondisi mesin pabrik gula pada umumnya masih dapat ditingkatkan, namun terkendala dengan perluasan areal tebu yang terbatas. Potensi peningkatan dapat diakukan di wilayah Jawa Timur, khususnya Malang (PG Krebet Baru) dengan penggantian beberapa peralatan yang menjadi "bottle neck" dalam pabrik gula. Saat ini, RNI memiliki empat PG, meliputi PT PG Rajawali I dengan target kapasitas produksi tahun ini sebesar 18.500 TCD, PT PG Rajawali II sebanyak 15.200 TCD, PT PG Candi Baru sebanyak 2.700 TCD, dan PT Madu Baru sebanyak 3.580 TCD