RNI Bersama Bio Farma Gelar Sharing Session Pembentukan Badan Usaha Baru

BANDUNG – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) bersama PT Bio Farma (Persero) menggelar Sharing Session Pembentukan Badan Usaha Baru, Rabu, 7 Maret 2018, di Bandung. Acara tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara RNI dengan Bio Farma yang telah dilaksanakan pada 1 Maret 2018 lalu, di Gedung RNI, Jakarta.

Pada kesempatan yang dihadiri Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi RNI Agung P. Murdanoto, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bio Farma Sugeng Raharso, Direktur Keuangan Bio Farma Pramusti Indrascaryo, Direktur Produksi Bio Farma Juliman, dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Bio Farma Disril Revolin Putra tersebut, RNI diminta untuk melakukan sharing terkait pembentukan badan usaha baru kepada segenap karyawan dan jajaran manajemen Bio Farma.

Dalam sambutannya Agung P. Murdanoto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi juga sebagai wadah berbagi khususnya terkait pengalaman pembetukan badan usaha patungan (joint venture). “Bagi RNI ini merupakan suatu kesempatan yang baik. Saat ini RNI telah memiliki 13 Anak Perusahaan dan 5 cucu perusahaan, selain itu kami juga tengah melakukan pengembangan bisnis baru dalam bidang energi dan peternakan,” paparnya.

Dalam hal pembentukan joint venture Agung mengatakan, tantangan terberat adalah bukan dalam pembentukan perusahaannya, tetapi dalam mempertahakan agar usaha tersebut tetap berjalan. “Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan lancar sehingga sinergi antara RNI dengan Bio Farma dapat member manfaat dan hasil bagi Merah Putih,” ungkapnya.

Sementara itu, Sugeng Raharso mengatakan, Bio Farma saat ini memang tengah belajar bagaimana membentuk Anak Perusahaan guna pengembangan bisnis ke depan melalui sinergi dengan BUMN. “Ini merupakan kesempatan pertama dan tentunya banyak informasi dan pengalaman dari teman-teman RNI yang akan diperoleh, baik dari aspek bisnis, legal, dan manajemen risiko. Satu hal yang paling penting adalah saling mendukung dan menguatkan BUMN,” ungkapnya.

Acara tersebut membahas berbagai aspek yang terkait dengan upaya pembentukan unit usaha baru. Dari mulai pembahasan Tahapan Aksi Korporasi dalam Pembentukan Badan Usaha Baru yang dipaparkan oleh Head Research and Development dan Portofolio Bisnis RNI Saptariyanti, Aspek Legal dan Mekanisme Korporasi yang disampaikan oleh Head Legal RNI Romi Taofik Sudrajat, Aspek Akuntansi dan Keuangan yang dipaparkan oleh Group Head Akuntansi RNI M. Najib, dan Aspek Manajemen Risiko yang dipaparkan oleh Group Head GCG dan Manajemen Risiko RNI Ekosony Wibowo.