RNI Gelar Workshop Penyusunan RKAP

JAKARTA – Pembenahan kesisteman harus bersifat menyeluruh dan berkesinambungan, untuk itu dalam rangka menerapkan sistem manajemen risiko pada setiap proses bisnis perusahaan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) melaksanakan Workshop Simulasi Penyusunan RKAP Berbasis Risiko RNI Group, Rabu, 17-19 Januari 2018, di Auditorium Gedung RNI, Jakarta. Pelatihan 3 hari yang dihadiri perwakilan seluruh Anak Perusahaan RNI tersebut menggandeng Wimconsult sebagai instruktur.

 

Dalam pernyataannya saat membuka acara, Group Head GCG dan Manajemen Risiko Ekosoni Wibowo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan dan assessment yang telah dilakukan dalam rangka membangun kesisteman khususnya manajemen risiko di lingkup RNI Group.

 

“Jika sebelumnya kita sudah mulai menata sarana dan prasarananya berupa organisasi baik di holding dan di anak perusahaan, dengan mengisi fungsionaris manajemen risiko di anak lalu membekalinya dengan kompetensi assessment risiko dan penyusunan risk register. Kemudian kita lanjutkan dengan memantapkan penerapan konteks manajemen risiko sesuai dengan proses bisnis di masing-masing anak. Hari ini register risiko yang sudah diperoleh itu kita coba simulasikan dan kompare dengan perencanaan berbasis risiko,” ungkap Ekosoni.

 

Ia menambahkan, output dari workshop ini adanya hasil komparasi mengenai perbedaan antara program kerja yang disusun dengan berbasis risiko dengan yang belum. “Dengan adanya komparasi itu diharapkan para risk owner dan risk officer lebih memahami urgensi dari perencanaan berbasis risiko,” ujar Ekosoni.

 

Ekosoni juga berharap di akhir pelatihan para peserta dapat lebih mendalami pengertian risiko dan hal-hal penting terkait perencanaan bisnis berbasis risiko (risk based business planning), serta memahami penerapan manajemen risiko berbasis standar SNI ISO 31000:2011 dan yang terpenting menyusun rencana kerja berbasis risiko sebagai wujud integrasi proses manajemen risiko ke dalam proses perencanaan perusahaan. “Sangat penting untuk memahami integrasi proses manajemen risiko terhadap seluruh proses operasional,” katanya.

 

Selama 3 hari para peserta akan diajak untuk mendalami berbagai materi, diantaranya perencanaan bisnis, pengertian dasar dan integrasi manajemen risiko serta penyususnan RKAP berbasis risiko.