Sinergi RNI Grup, Phapros dan MRB Mou Pengembangan Alat Kesehatan

JAKARTA – Sebagai upaya sinergi bisnis serta revitalisasi usaha anak perusahaan RNI Group, dilaksanakan penanandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengembangan Alat Kesehatan antara PT Phapros Tbk dengan PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB), Jumat, 23 Desember 2016, bertempat di Ruang Seminar, Gedung RNI, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami bersama Direktur MRB Ahmad Sufi disaksikan oleh jajaran Direksi PT RNI. Hadir pula pada kesempatan tersebut jajaran Direksi PT Phapros, Sekretaris Korporasi serta para Group Head PT RNI.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan bentuk nyata dari sinergi Anak Perusahaan. Diharapkan, melalui sinergi perusahaan-perusahaan di bawah RNI Group akan lebih baik.

Lebih lanjut, Didik memberikan apresiasi kepada jajaran Direksi PT Phapros terkait keikutsertaannya dalam upaya penyehatan PT MRB. “Semoga tahapan kerjasama selanjutnya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan dampak positif bagi MRB, phapros, dan PT RNI Group,” ujar Beliau.

Sementara itu, Barokah Sri Utami mengatakan, PT Phapros menyambut baik dilibatkan menjadi bagian yang penting dalam upaya penyehatan PT MRB. “Kami optimis untuk bisa melakukan revitalisasi PT MRB. Kita punya kepercayaan diri untuk bisa sama-sama tumbuh berkembang memajukan RNI Group,” ungkap Beliau.

Selain itu, kerjasama ini sejalan dengan Inpres No. 6 Tahun 2016, tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. “Melalui kerjasama ini Konsep nawacitanya presiden tidak lagi menjadi wacana di RNI Group tapi juga telah di implementasikan,” ujar Ibu yang akrab disapa Ibu Emi tersebut.

Pada tahap awal, kedua pihak akan saling mengoptimalkan kekuatan masing-masing. Menurut Emi, kekuatan MRB ada pada aset tidak tetap. “Selain itu, MRB juga punya izin usaha industri juga beberapa No izin edar, itu dapat digunakan untuk melakukan pemasaran,” tambahnya.

Ahmad Sufi berharap sinergi pengembangan alat kesehatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan karena, mengingat saat ini MRB tengah membutuhkan kucuran invetasi. “Semoga ini menjadi pintu awal peningkatan dan perbaikan MRB,” ujar Sufi.